Kadang-kadang seorang wanita merasa binggung apakah dirinya sudah hamil atau belum setelah beberapa minggu melakukan hubungan intim dengan suaminya. untuk itu, pada postingan ini kali ini kami menyajikan beberapa tanda yang menunjukkan kemungkinan Anda hamil:
Terlambat atau Tidak Haid
Umumnya, berhentinya haid dianggap sebagai tanda awal kehamilan. Hal ini terjadi karena setelah sel telur “berkencan” dengan sperma dan tertanam pada dinding rahim, maka pembuluh darah di dinding rahim yang setiap bulannya “runtuh” jadi tertahan hingga janin dilahirkan.
Ngidam
Sudah tidak asing lagi mendengar kata ini saat ada seseorang yang sedang hamil. Mau ini, mau itu lalu tiba-tiba Anda ingin makan buah-buahan yang rasanya asam, padahal sebelumnya sangat benci terhadap buah yang rasanya asam. Jika Anda menjadi pemerhati masalah makanan, mungkin ini adalah tanda-tanda sedang hamil.
Mual dan muntah
Tanda-tanda ini dikenal sebagai morning sickness dan dialami oleh sekitar 50% ibu hamil. Walaupun morning sickness lebih sering terjadi pada pagi hari tetapi mual dan muntah bisa jadi tidak mengenal waktu.
Sebenarnya, mual dan muntah timbul karena terjadinya perubahan berbagai hormon dalam tubuh pada awal kehamilan. Meski begitu, kondisinya pada setiap ibu hamil tidak sama. Ada yang ringan, namun ada pula yang berat. Bahkan, bisa muntah-muntah berat (hiperemesis gravidarum) hingga perlu dirawat di rumah sakit.
Biasanya, kedua tanda ini mulai terasa pada usia kehamilan 2-8 minggu setelah pembuahan. Lalu, berhenti begitu Anda memasuki bulan ke-4.
Sering Buang Air Kecil
“Kebiasaan” baru ini sering timbul pada bulan-bulan pertama kehamilan. Ini terjadi karena rahim yang mulai membesar itu menekan kandung kemih. Umumnya, ini mulai terasa sekitar 6-8 minggu setelah pembuahan.
Begitu rahim keluar dari rongga panggul, keluhan ini akan berkurang. Namun, Anda akan mulai sering-sering buang air kecil lagi pada trimester terakhir karena janin mulai masuk rongga panggul.
Susah Buang Air Besar (Sembelit)
“Biang keladinya” adalah hormon progesteron. Hormon ini membuat kerja usus agak “mengendur”. Akibatnya, sisa kotoran jadi susah keluar.
Membesarnya Payudara
Meningkatnya hormon kehamilan, yakni estrogen dan progesteron, memang dapat mempengaruhi perkembangan kelenjar susu. Jangan heran, kalau payudara Anda terlihat agak membengkak atau terasa lebih lembut dari biasanya. Ini bisa terjadi beberapa hari setelah pembuahan.
Puting susu dan areola (daerah sekitar puting susu) juga akan berwarna lebih gelap. Biasanya, ini terjadi sekitar 3 minggu sesudah pembuahan.
Meningkatnya Suhu Tubuh
Jika setelah masa ovulasi suhu tubuh Anda masih tetap tinggi (sekitar 37,2-37,8 °C), bisa jadi Anda memang hamil.
Rasa Lelah yang Berlebih
Rasa lelah yang berlebih akan membuat Anda cepat tertidur. Hal ini disebabkan dari perubahan hormon dan juga akibat dari kinerja organ-organ vital untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan janin. Biasanya rasa lelah ini hanya pada trimester pertama dan akan hilang saat memasuki trimester kedua.
Melunaknya Rahim dan Leher Rahim
Biasanya, terjadi sekitar usia kehamilan 2-8 minggu.
Rahim dan Perut Membesar
Umumnya, dimulai pada usia kehamilan 8-12 minggu.
Hasil Positif pada Tes Kehamilan
Anda tidak akan tahu pasti apakah anda menjadi seorang ibu sampai anda melakukan tes kehamilan. Jika Anda mendapatkan hasil negatif dan masih belum mendapatkan haid, mungkin itu hanya saja anda terlalu dini untuk melakukan tes kehamilan. Tunggu beberapa hari dan coba lagi Dan jika itu positif – selamat anda akan menjadi seorang ibu.



